Selasa, 22 Mei 2012

Tips Cara Merawat Vagina atau Kelamin Wanita

Tips Cara Merawat Vagina atau Kelamin Wanita  tata cara sholat rawatib pidato upacara pidato merokok translate indonesia sunda riwayat hidup iqbal dhiafakri ramadhan kata-kata ucapan selamat pagi bahasa inggris berta bahasa inggris surat kecil untuk tuhan trnslate bahasa sunda kerajinan tangan dari stik es krim nyi roro kidul menurut islam

Tips Cara Merawat Vagina atau Kelamin Wanita

  1. Selalu pakai celana dalam berbahan katun
    Katun merupakan kain terbaik yang sesuai untuk semua jenis kulit. Dengan menggunakan celana dalam katun, memungkinkan organ genital untuk menghirup udara segar dan selalu membantunya tetap kering.
  2. Keringkan setelah buang air kecil atau besar
    Setelah Anda selesai buang air kecil atau besar, biasakan selalu mengeringkan organ intim dengan tisu atau handuk. Hal ini dapat menghindari perkembangbiakkan bakteri di dalam dan sekitar vagina.
  3. Basuh vagina dengan air besih dan mengalir
    Untuk menghindari masuknya bakteri dan jamur, basuhlah organ intim dengan air bersih dari arah depan ke belakang (vagina ke anus). Selain itu, selalu gunakan air yang mengalir atau berasal dari kran jika berada di toilet umum.
  4. Jangan menggaruk organ intim
    Jangan pernah menggaruk bila Anda mengalami gatal atau iritasi pada organ vagina. Cobalah gunakan kain katun lembut dan air hangat untuk membuatnya lebih baik. Hal ini dapat menghindari penyebaran infeksi ke organ lain pada vagina.
  5. Sering-sering ganti pembalut
    Kebersihan pada saat siklus menstruasi sangatlah penting untuk menghindari masalah vagina. Hindari menggunakan pembalut yang beraroma (parfum) dan mengangdung gel, karena dapat menimbulkan iritasi dan gatal pada vagina. Selain itu, selalu menjaga daerah vagina tetap bersih dan kering. Ganti pembalut jika terdapat gumpalan darah di atas pembalut, yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan jamur.
  6. Hindari penggunaan bahan kimia
    Usahakan untuk tidak menggunakan produk tertentu seperti sabun deodoran, lotion atau produk kesehatan feminin lain yang dapat menyebabkan iritasi pada organ vagina. Terlebih lagi bila Anda memiliki alergi dengan bahan-bahan kimia.
  7. Jangan bercinta saat ada infeksi vagina
    Infeksi vagina biasanya disebabkan oleh ragi (jamur) dan menyebabkan gatal dan sakit di vagina. Infeksi ini terkadang menimbulkan nyeri atau rasa seperti terbakar ketika berkemih atau berhubungan seksual. Untuk menghindari penyebaran dan memperparah infeksi, sebaiknya hindari berhubungan seksual selama gejala infeksi masih terasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar