Minggu, 13 Mei 2012

Misteri Gunung Salak

Misteri Gunung Salak - Fenomena misteri di dunia ini sepertinya sudah menjadi hal yang biasa kita dengar,dari hal hal mistis akibat hilangnya pesawat di Segitiga Bermuda sampai Banyaknya tragedi kecelakaan pesawat saat melintasi gunung salak yang berada di jawa barat ini.

Misteri Gunung SalakGunung salak bukan berarti gunung yang mempunyai banyak pohon salak,akan tetapi kata salak berasal dari bahasa sansekerta yang berarti perak,jadi bisa juga diartikan Gunung perak,gunung ini memiliki 3 puncak yang menjulang tinggi yakni Puncak gunung Salak I dengan ketinggian 2211 m dpl, kemudian puncak Salak II setinggi 2180 m dpl dan puncak Sumbul setinggi 1926 m dpl.

Misteri Gunung Salak oleh warga sekitar sudah tidak terdengar asing lagi,banyak kisah kisah mistis yang terjadi di Gunung ini,Dalam masyarakat Jawa mempercayai adanya beberapa titik lokasi tertentu yang mengandung pusat energi gaib, dan dapat memberikan respon pengaruh positif atau negatif yang melintasi di pusat energi tersebut.

Misteri Gunung Salak

Seperti halnya kondisi Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dimana banyak terdapat tempat keramat yang dihormati oleh masyarakat. Beberapa pantangan diberlakukan bagi yang melintas didaerah tersebut.

Sejumlah pesawat yang terkubur di kawasan itu yakni pesawat Trike bermesin PKS 098. Pesawat yang menelan satu korban jiwa ini jatuh di Lido, Bogor, 10 Oktober 2002. Kemudian pada 29 Oktober 2003, Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Tujuh korban tewas dalam musibah tersebut:

Selanjut pada 15 April 2004, pesawat paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dua orang tewas dalam kejadian itu.Pada 20 Juni 2004, pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor dan menewaskan 5 orang. Kemudian pada Juni 2008, pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut.

Misteri Gunung Salak

Kecelakaan itu menyebabkan 18 orang tewas. Berikutnya, pada 30 April 2009, pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menewaskan 3 orang.

Musibah tidak berhenti sampai disini, banyak juga para pendaki gunung yang raib entah kemana? Pastinya setiap tahun mustahil jika tak ada korban di kawasan ini. Wow angker sekali daerah ini.

"Gunung Salak Tempat Suci Petilasan Para Raja"

Budayawan dan Sejarawan Bogor, Eman Sulaeman membeberkan, orang zaman dahulu lebih mengenal Gunung Salak dengan sebutan Gunung Buled (bulat, red) karena bentuk puncaknya menyerupai lingkaran. Konon, penamaan Salak berasal dari penemuan buah salak besar. “Itu kan hanya mitos, jadi belum bisa dibuktikan kebenarannya hingga kini,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, Gunung Salak pernah meletus dua kali. Yang pertama pada tahun 1669 dan kedua tahun 1824. Letusan pertama sempat meratakan desa atau wilayah yang berada di bawahnya. Menurut dia, di kaki Gunung Salak pernah berdiri kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dengan nama Salakanagara pada abad ke-4 dan 5 Masehi.

“Kemungkinan besar, penamaan Salak berasal dari kerajaan ini karena dilihat dari konsonan vokal terdapat kemiripan,” ujar pria yang sempat bermain sinetron itu.

Eman mengungkapkan, Salakanagara dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman I-VIII. Tidak jelas nama asal usul dan nama asli para raja yang menguasai semenanjung Sunda tersebut, namun terungkap jika mereka berasal dari India Selatan. Konon, Raja Dewawarman memiliki banyak keturunan.Di antaranya pernah menjadi raja besar di Tanah Jawa seperti Purnawarman yang memerintah Tarumanagara dan Mulawarman raja dari Kutai Kartanagara.

Terkait misteri yang terkandung pada Gunung Salak, Eman mengaku tidak ada hal aneh di sana meski didominasi wilayah hutan. “Saya belum menemukannya. Mungkin itu merupakan cerita mitos yang disebarkan dari mulut ke mulut,” singkatnya.

Hanya saja, di sana terdapat banyak sekali tempat petilasan atau tempat bersemedi para raja dan pengikutnya. Petilasan suci itu tersebar di berbagai titik. Seperti petilasan milik raja Pajajaran, Prabu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi di kaki Gunung Salak di daerah Bogor dengan total mencapai lebih dari 91 lokasi. “Mungkin bisa ratusan jumlahnya karena pertapa dalam agama Hindu menyucikan Gunung Salak,” ucapnya.

Di sana juga terdapat makam kuno yang berusia ratusan tahun dengan jumlah mencapai lebih dari 40 makam. Makam itu milik pemuka agama Hindu yang wafat dan dikuburkan di Gunung Salak. Sehingga, banyak yang menganggap jika ingin memasuki wilayah Gunung Salak, harus menjaga perilaku dan sopan santun.

Misteri lain yang menyelimuti Gunung Salak adalah pernah terdengar cerita ada goa yang di dalamnya berisi belasan patung emas dalam berbagai ukuran. Tapi, hingga kini belum pernah ada bukti empiris yang ditemukan peneliti.

Ada lagi yang mengatakan kalau disekitar Kawah Ratu ada juga harta yang ditimbun. Alhasil, karena kabar tersebut, hampir seluruh warga Cidahu beramai-ramai mencarinya. Setiap ada tembok sisa peninggalan Belanda mereka hancurkan. Dalam beberapa bulan, tembok sisa pembatas perkebunan milik Belanda dengan penduduk pribumi saat itu, langsung ludes menjadi puing.

Sementara warga yang coba mencari harta itu di sekitar Kawah Ratu banyak yang tewas karena menghadapi medan yang berat di Gunung Salak. Arwah-arwah inilah yang kabarnya bergentayangan di sekitar Kawah Ratu.

Kini kabar harta itu kemudian muncul kembali pertengahan 2006 lalu. Bajari saat sedang menunggu warung miliknya, didatangi tiga pria. Mereka mengaku berasal dari Jakarta. Bahkan salah satu diantaranya mengaku salah seorang cucu soekarno dari Guntur, anak sulung Soekarno.

Tiga pria itu menanyakan tentang beberapa tanda fisik, yang katanya tempat penyimpanan harta karun yang sempat menghebohkan warga Cidahu 1953 lalu. Tanda-tanda fisik yang tertera di peta adalah berupa aliran sungai, pohon bambu, pohon damar dan sebuah tembok berukuran 120 centimeter persegi.

Namun oleh Bajari dikatakan tanda-tanda yang tertera di peta sudah tidak ada lagi. Ukuran wilayah yang tertera di peta tersebut juga sudah banyak yang bergeser sehingga sulit untuk melacaknya.

sumber:http://blogger-indonessia.blogspot.com/2012/05/misteri-gunung-salak.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar