Selasa, 06 Maret 2012

SEJARAH PARTAI POLITIK MASA PENJAJAHAN

SEJARAH PARTAI POLITIK MASA PENJAJAHAN  kali ini Lubang Kecil share tentang sejarah contoh makalah partai politik seiring berkembanya demokrasi di indonesia berikut adalah ulasan sedikit tentang definisi partai politik juga mengenai seluk beluk sejarah dan kerangka karya tulis partai politik semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk agan dalam.. Terima kasih telah berkunjung Di Lubang Kecil yang menghadirkan berita terbaru unik lucu puisi kata bijak dan kata mutiara juga artikel tentang cinta Remaja gaul, Makalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia


Sejarah Partai Politik Masa Penjajahan 
Seperti kita ketahui, partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotnya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan terbentuknya partai politik adalah memperoleh, merebut dan mempertahankan kekuasaan secara konstitusional. Jadi munculnya kepartaian berkaitan erat dengan kekuasaan dalam negara atau pemerintahan.
Mahasiswa STOVIA
Pada masa pergerakan nasional, mahasiswa memiliki andil besar dan menentukan upaya melahirkan partai-partai politik, khusus para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Sejak kelahiran Budi Utomo pada tahun 1908, banyak partai yang muncul dengan tujuan dan peran yang berbeda. Pada saat itu partai-partai politik menghadapi kendala sulitnya memperoleh badan hukum (rechtspersoon) dari penguasa Hindia-Belanda. Alasannya mudah ditebak, yakni Belanda mersa takut terhadap berdirinya partai yang akan menjadi alat perjuangan rakyat. Pada tahun 1912 Sarekat Islam atau SI gagal memperoleh badan hukum. Demikian juga Indische partij yang dibubarkan tak lama setelah kelahirannya.
Apabila dilihat dari segi perjuangannya, partai-partai politik yang ada pada masa pergerakan nasional Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 macam:
  • Partai-partai radikal yang menerapkan strategi nonkooperasi (tidak mau berkompromi), seperti SI, PNI, PI, IP, dan PKI. Demi memperjuangkan kepentingan rakyat, partai-partai politik ini tidak mau bekerja sama dengan penguasa Hindia – Belanda. Salah satu bukti radikalisme yang ditunjukkan adalah tidak bersedia duduk dalam Dewan Rakyat ( Volksraad ) yang dibentuk belanda.
  • Partai-partai politik yang menerapkan strategi kooperasi (mau berkonfromi) antara lain BO, PBI, parindra, Gerindo dan Gapi. Bukti kemoderatan parata-partai ini adalah kesediannya duduk dalam Volksraad.


Dilihat dari aspek orientasi, partai-partai politik di Indonesia pada masa pergerakan nasinal dapat dibedakan dalam hal ekonomi (SDI), agama (PSII), Nasionalis (BO, PNI, PBI, parindra, IP, Partindo dan GAPI) dan sosialis/Marxisme (ISDV dan PKI). Partai-partai politk yang eksis pada masa radikal, gerak langkah perjuangannya senantiasa mendapat pengawasan (proteksi) yang ketat dari penguasa Hindia – Belanda. Berkenaan dengan hal ini, belanda membentuk Politiek Dienst (PID) sebagai dinasi rahasia yang bekerja menindas kaum pergerakan. Parat-partai polik belum dapat memfungsikan diri sesuai dengan teori-teori politik.
Pada masa pendudukan jepang, partai-partai politik dilarang berdiri. Semua kegiatan banyak diarahkan pada upaya memenangkan Perang Asia Timur raya. Hanya organisasi sosial keagamaan yang mendapat kesempatan berdiri, yakni Majelis Islamiyah Ala Indonesia (MIAI) yang kelak menjelma menjadi majelis syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Izin yang diberikan Jepang terhadap ormas tersebut berkaitan dengan upaya menarik simpati kaum muslimin Indonesia agar bersedia membantu proyek perang asia Timur raya Jepang.
Demikianlah artikel Sejarah Partai Politik Masa Penjajahan. Semoga artikel ini memberikan wawasan kesejarahan kepada kita semua. [ ]

sumber:http://aalmarusy.blogspot.com/2011/04/sejarah-partai-politik-masa-penjajahan.html

>> Arti Kata Politik Menurut Anak SD 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar