Sabtu, 24 Maret 2012

Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik !

Plastik? ya plastik merupakan alat sehari-hari yang sudah pasti sering kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita,baik itu untuk meringankan beban, bisa juga untuk membawa barang belanjaan ibu kita sehari-hari atau bahkan untuk pelindung kepala.


Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik

Tapi taukah kita kandungan dalam plastik itu apa? sifat plastik itu gimana? dan yang terpenting AMANKAH plastik untuk kita atau bahkan untuk anak cucu kita nanti? Langsung aja kita bahas yuk..

Tujuan :

Mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada dini demi kelangsungan kehidupan saudara,keluarga,krabat dan anak cucu kita nanti di dunia yang sudah tidak se"ramah" dulu dengan hidup tanpa plastik.

Latar Belakang :
Banyaknya pengguna plastik didunia mengakibatkan banyak masalah yang ditimbulkan oleh plastik itu sendiri, karena plastik merupakan suatu barang yang cukup sukar untuk terurai. tidak hanya sukar terurai,plastik juga merupakan alat yang terbuat dari bahan-bahan yang kurang sehat.

Bahasan :

Taukah kamu penggunaan plastik didunia sudah sejauh mana? aduh jangan didunia deh, kita ambil contoh dinegara kita aja yah..

Jumlah pengguna kantong plastik dalam negeri kita setahun mencapai 594 juta kantong yang digunakan oleh 1,8 juta pelanggan retail,Kini sampah plastik menumpuk hingga 6 juta ton, atau kira-kira setara dengan berat sejuta gajah dewasa. WOW ini baru negara kita loh belum di negara-negara tetangga..


Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik

Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan.

Sejarah Plastik

Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2kg/orang/tahun.

Penggolongan Plastik

Sifat fisikanya

* Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
* Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida

Kinerja dan penggunaanya

* Plastik komoditas
sifat mekanik tidak terlalu bagus, tidak tahan panas
Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN
Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman

* Plastik teknik
Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 °C, Sifat mekanik bagus
Contohnya: PA, POM, PC, PBT
Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik

* Plastik teknik khusus
Temperatur operasi di atas 150 °C
Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm²)
Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR
Aplikasi: komponen pesawat

Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

* 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
* 5 ~ 11 Cair (bensin)
* 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
* 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
* 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
* 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)

Berdasarkan sumbernya

- Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut
- Polimer sintetis: Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren.
- Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
- Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)

Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun.

Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Akan memberikan akibat antara lain:

Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing. PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.

Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.

Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik. Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.

Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Sebagai tambahan pemahaman, inilah beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan:

Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific

Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik.

Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46,000 sampah plastik mengambang di lautan. Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya. banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.

BAHAYA PENGGUNAAN PLASTIK SEPERTI INI

Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik
Menggunakan steroform langsung dengan mie instant yg baru matang

Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik
Penggunaan kantong plastik dengan gorengan yang masih panas/hangat

dan masih banyak lagi

Solusi/Follow up/Saran:

Terus gimana, dong?. Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik.

Kurangi Ketergantungan Hidup Dengan Plastik
Mulai lah dari hal kecil yang bisa kita lakukan guys!


Dengan membiasakan hidup kita untuk menanam sesuatu yang nantinya berguna

Ajarkan keluarga kita untuk cinta terhadap tanaman


Ajarkan si kecil untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13538865

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar